Artikel
Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah: Momentum Hijrah, Muhasabah Diri dan harapan Baru
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah: Momentum Hijrah, Muhasabah Diri (Evaluasi) dan Harapan Baru.
Majasem, Kendal-Ngawi (15/06/2026). Datangnya Tahun Baru dalam Kalender Hijriah bukan sekedar pergantian angka, melainkan momentum emas yang sangat berharga bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah diri (Evaluasi) memperbaiki kualitas ibadah, dan memperkuat komitmen menuju kehidupan yang lebih baik.
Pemerintah Desa Majasem beserta seluruh Masyarakat disetiap Dusun. Dan ini bertepatan di Dusun Sapen RT 002 RW 003 menyelenggarakan kegiatan doa bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang rutin setiap tahunnya. Dalam doa bersama ada tradisi tumpeng Perayaan Tahun Baru Islam (1 Muharram) yang nantinya akan dimakan bersama-sama. Dalam Jawa merupakan simbol rasa syukur, doa bersama dan refleksi diri untuk memohon keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan di tahun yang baru. Makna Nasi Kuning adalah representasi perpaduan antara budaya Nusantara dan nilai-nilai spiritual Islam yang mendalam. Nasi Kuning kerucut pada tumpeng melambangkan gunung atau Puncak Harapan, mencerminkan ketaqwaan Kepada Allah SWT. Sedangkan lauk-pauk 7 macam dimaknai sebagai pitulungan (pertolongan dari Allah SWT).
Umat Islam biasanya mengisi awal tahun baru ini dengan melakukan Muhasabah diri (Evaluasi) dan meningkatkan amalan saleh seperti memperbanyak sedekah dan dzikir. Tahun Baru Islam selalu memiliki makna yang mendalam. Peristiwa Hijrah Rosulallah SAW dari Makkah ke Madinah menjadi tonggak sejarah yang melahirkan kalender Hijrah dan menjadi simbol perjuangan, Pengorbanan serta Perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna. karena itu, setiap datangnya 1 Muharram, umat islam di berbagai belahan dunia menyambutnya dengan penuh syukur, doa, dan harapan baru.