SELAMAT DATANG DI DESA MAJASEM KECAMATAN KENDAL KABUPATEN NGAWI

Artikel

Peduli Air, Mahasiswa KKN-PPM UGM Petakan Lokasi Sumur dan Cek Fasilitas Air Warga

11 Februari 2024 17:26:06  MAHASISWA KKN  36 Kali Dibaca  Berita Lokal

Ngawi, Jawa Timur - Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap air, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Kelana Kendal Ngawi Periode 4 Tahun 2023 melakukan pemetaan lokasi sumur dan pengecekan fasilitas air di wilayah Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengakses air bersih dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air.

Pemetaan Lokasi Sumur
Penanggung jawab kegiatan yang dalam hal ini adalah Novira Riski Herdian dan Najma Ayu Kusuma Dewi, bersama anggota KKN PPM UGM Kelana Kendal lainnya, Tiara Indah Pratiwi, Dimitrio Diaz, Putu Kuncoro Jati, dan Hafidh Nurdiansyah, melakukan pemetaan lokasi sumur dengan mendatangi dan mendata keberadaan sumur di setiap dusun di Desa Majasem.  Adapun Informasi mengenai sumur diperoleh dari data sekunder berupa arsip data yang disediakan oleh kantor Desa Majasem. Arsip data tersebut mencakup lokasi relatif dari setiap sumur yang tersedia. Berdasarkan informasi tersebut, survei lapangan dilakukan untuk mengumpulkan data koordinat dengan mendatangi lokasi-lokasi di mana sumur tersebut berada. Pengambilan data dilakukan selama kegiatan KKN, dalam rentang waktu dua hari dengan durasi waktu pengamatan lima jam setiap harinya, yaitu pada tanggal 17 dan 18 Januari 2024. 

Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa terdapat 22 sumur yang tersedia di Desa Majasem, baik itu untuk pertanian maupun air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Titik-titik koordinat yang telah diperoleh diinput ke dalam peta yang memuat batas administratif Desa Majasem menggunakan bantuan aplikasi ArcGIS 10.8. Selanjutnya, setelah dilakukan penginputan titik koordinat, dilakukan simbolisasi dan layouting sebagai tahap akhir dalam proses pemetaan, dengan tujuan menghasilkan peta yang menampilkan Distribusi Sumur Air Bawah Tanah di Desa Majasem.

Pengecekan Fasilitas Air
Selain pemetaan, mahasiswa KKN-PPM UGM Kelana Kendal juga melakukan pengecekan fasilitas air. Pengecekan ini meliputi kondisi sumur, kualitas air, dan survei pengguna sumur. Analisis data pengecekan kualitas air dilakukan dengan pengambilan sampel yang diminta dari rumah ke rumah. Terdapat 5 sampel sumur bor minum yang diambil sampelnya sebanyak 3 kali. Sampel air tersebut dianalisis menggunakan water meter dengan parameter suhu ambien, tingkat kekeruhan (TDS), tingkat keasaman (pH), dan kadar konduktivitas (EC). Hasil pengecekan kemudian direkomendasikan kepada pemerintah desa untuk ditindaklanjuti.

Tabel hasil pengujian kualitas air sumur bor Desa Majasem

Variabel

Ph

Suhu
(Celcius)

TDS
(ppm)

Konduktivitas (µS/cm)

Sebaran

0.85

0.55

28.67

62

Rerata

25.92

6.74

177.55

360

Min

24.40

5.90

143.84

275

Maks

27

7.50

218.75

436

Secara umum, kegiatan ini mendapatkan respon positif baik dari masyarakat maupun internal tim KKN PPM UGM Kelana Kendal. Hal ini sebagaimana diutarakan oleh Faiza Ulinnuha, selaku Koordinator Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi (Kormater Saintek), yang mengatakan bahwa, “Pemetaan lokasi sumur dan pemeriksaan fasilitas air adalah langkah penting dalam memastikan akses yang layak dan aman terhadap air bersih bagi masyarakat. Inisiatif ini menunjukkan kepekaan dan komitmen dari mahasiswa KKN-PPM UGM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga kesehatan publik,” ujarnya.

Senada hal tersebut, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh mahasiswa untuk memitigasi hal-hal yang diperlukan selanjutnya, “Sumur di Desa Majasem sangat sedikit dan sangat dalam per satu sumur, ini menandakan daerah desa rawan akan kekeringan”

Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dengan memberikan informasi mengenai kondisi, lokasi, dan distribusi sumber air di sekitar mereka. Hal ini akan mempermudah masyarakat dalam mengakses sumber air bersih yang tersedia sehingga mereka dapat mengelola dan memanfaatkannya secara lebih efektif untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Aparatur Desa

Back Next